• Korewa zombie desuka
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor.Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor.

CERITA KU: gadis di sekolah (3)

  • 19.14
  • 0 komentar
Aku pasti bisa, namun apa yang bisa membuat ku bahagaia?, tidak ada, hari-hari ku selalu membosankan, tidak ada hari bahagia, aku hanya diam, sekolah sepi, jika masih pagi, aku ingin memiliki teman lagi. aku kesepian, aku selalu sendiri, adakah seseorang yang mau menemaniku, itulah yang aku teriakkan dalam kehampaan, ketika aku menangis kesepian, di hari ku tidak ada tawa, tidak ada bahagia, hariku selalu suram tanpa warna,kehampaanku yang tak bisa di siram warna,hatiku hampa, tidak adakah seseorang yang bisa mengubah kehampaan di hatiku menjadi hati berbunga mekar?.
Aku duduk termenung di lapangan, menunggu perempuan itu, yang tak lain adalah runa,beberapa menit kemudian dia lewat, untung saja tidak bersama sesiapa
“akhirnya kamu lewat juga” kata ku, sambil menghadang di depannya.
“tu..tung..gu..du..lu,ee..mang..nya..ak..aku..sa..lah..apa..sa..ma..ka..kamu?”tanyanya sambil ketakutan
“salah mu?, salahmu tentu saja karena kamu manusia”
“ee..mang..nya…kena..pa..de..ngan..ma..nusia”
“sudah ku bilangkan, manusia itu egois,aku benci manusia”
“ke..napa?, pa..da..hal..menurutku..manusia..tidak..sejahat itu” runa sudah agak berani
“itu menurutmu, sebab kamu tidak mengerti perasaan aku,gara-gara manusia, hari-hari ku selalu suram, gara-gara manusia juga aku menjadi hantu”
“tapikan, bukannya dulu kamu manusia?”
“ya,tapi sekarang bukan”
“lalu,kamu membenci manusia, berarti kamu benci diri sendiri”
“sudah kubilangkan, sekara aku bukan ma-nu-sia, ngerti”
“tidak, aku masih tidak mengerti, kenapa kamu sangat membenci manusia, padahal dirimu sendiri manusiakan”
Aku mulai marah, dan akhirnya aku mengeluarkan pisau, lalu hendak membunuhnya, namun runa lari, sampai akhirnya runa terjatuh, dan kalung yang dikenakannya terjatuh juga, aku mengambil kalung itu dan runa berkata
“jangan ambil kalung pemberian mamaku” teriaknya
Aku tidak mempedulikan teriakannya, aku memperhatikan kalung itu, aku terkejut ternyata kalung itu, sama seperti yang kukenakan,apa jangan-jangan mamanya runa saudara kembarku?
“kalung dari mama mu, siapa nama mama mu? “ amarahku sudah mulai reda
“nama mamaku lina talita”
Tiba-tiba rasanya aku teringat kejadian dulu, aku menjatuhkan pisau yang berada di tanganku, dan tubuhku terduduk,aku teringat kenangan bersamanya, lama kelamaan air mataku muncul.
“berarti kamu saudara kembar mama ku, berarti kamu bibiku?”
Aku hanya menangguk, dia mendekat dan memelukku, pelukannya hangat, seperti pelukan saudara kemabarku
“maafkan aku, runa” ucapku sambil tetap menangis
“ya, aku maafin”
“kamu gak marah, karena aku hendak membunuhmu”
“enggak, aku gak marah itukan karena bibi tidak tahu”katanya sambil tersenyum
Entah kenapa senyumanya membuat rasa dendam,kebencian,permusuhan dalam hati ku terhapus, berganti menjadi kebahagiaan,kesenangan,perdamaian, rasanya aku bisa tersenyum
“aku akan mengakhiri diri ku menjadi hantu, terima kasih runa telah membuatku bisa mengakhiri semua ini” ucapku
“tunggu, bibi mau kemana”
“aku akan mengakhiri semua ini,mengakhiri diri ku menjadi hantu” jawabku
Cahaya mulai timbul,dan menutupi kakiku , sampai terus ke atas dan
“selamat tinggal” ucapku
Cahaya mulai menutupi seluruh tubuhku
“semoga bibi bahagia di sana” ucap runa
Dan akhirnya aku pergi untuk selamanya.
-TAMAT-

0 komentar:

Posting Komentar

 

Eucliwood hellscythe Theme | Copyright © 2012 anime lovers, All Rights Reserved. Design by Djogzs, | Johanes djogan