"AAAA...." aku terkejut, karena di kamarku ada seorang perempuan berambut panjang. Bajunya berlumur darah.
Tiba-tiba ruangan menjadi gelap. Setelah gelap, ruangan menjadi taman
yang angker dan menyeramkan. Aku agak takut. Aku mencoba berjalan
mendekati sebuah pohon berpintu. Di pintu itu terdapat sebuah tulisan
"KEMBALILAH".
Aku membuka pintu itu, tiba-tiba ada cahaya memancar dari pintu itu dan ruangan kembali seperti semula.
"Lisa, ayo makan dulu," teriak mamaku dari bawah.
"Iya, Mah. Tunggu sebentar, aku mau ganti pakaian dulu," kataku.
Aku segera berganti pakaian dengan kaos tangan pendek bergambar bunga
melati. Aku juga mengganti celanaku dengan celana jins selutut. Aku
segera menuruni tangga menuju ruang makan.
Selesai makan...
"Mah, aku mau main sama Syheli dan Rita boleh, ya?"
"Boleh, tapi tolongbelikan Mama buku resep memasak,ya."
"Oke, deh. Mana uangnya, Ma?" tanyaku.
"Ini. Buku resepnya beli 2, ya, sisa uangnya buat kamu aja," kata
Mama sambil memberikan uang Rp. 100 ribu. Aku pun berlari menuju garasi
untuk mengambil sepeda kesayanganku. Aku mengayuh sepedaku sambil
bersenandung ria.
Setelah selesai membeli buku resepe, aku berlari menuju buku anak. Ketika sedang asyik memilih buku...
"Hai, Lisa," tiba-tiba ada suara yang mengangetkan. Ternyata itu Syheli dan Rita.
"Ih, ngagetin aja," kataku.
"Lis, habis beli buku, main, ya," kata Syheli.
"Oke, tapi aku mau nganterin buku ini ke mamaku dulu, ya," jawabku sambil memperlihatkan buku resep yang aku beli.
"Ketemuan di taman aja, ya," usul Syheli.
"Oke," jawabku.
Sesampai di rumah...
"Ma, ini buku resepnya," kataku sambil memberikan buku resep yang kubeli.
"Wah, anak Mama pinter milih buku resep. Dari dulu Mama nyari buku
resep ini. Buku resep yang ini makanannya enak-enak. Buku resep ini juga
susah dicari," kata Mama.
Ma, aku pergi main, ya."
Sesampainya di taman...
"Hai, Syheli, Rita."
"Akhirnya kamu sampai juga."
"Eh, Rit, Li, waktu tadi pulang dari sekolah, aku, kan buka pintu
kamar. Aku kaget karena di kamarku ada hantu. Hiiii...ngeri. Kemudian
kamarku berubah menjadi taman yang angker," kataku.
"Masa, sih? Mungkin itu hanya penglihatan kamu aja kali. Hahaha. Kamu ada-ada aja," timpal Syheli.
"Ih, aku beneran tau! Kalian aja yang enggak percaya," kataku sambil menunjukkan mimik marah.
"Bercanda doang. Gak usah marah, Lis."
"Iya, iya, aku nggak marah," kataku.
"Eh, Lis, Rit, beli es krim, yuk," ajak Syheli.
-BERSAMBUNG-
CERITA KU: misteri kamar ku dan sekolah ku (2)
- Diposting oleh Unknown
- 19.38
- 0 komentar
- Label: No labels


0 komentar:
Posting Komentar