• Korewa zombie desuka
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor.Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor.

CERITA KU:musuh menjadi sahabat (2)

  • 19.45
  • 0 komentar
"Dari pada mendengar ejekan itu, lebih baik aku pergi ke taman," gumamku.
Di taman aku duduk termenung. Sedih rasanya tidak memiliki teman.
"Kring...kring...kring," bel sekolah berbunyi. Aku berlari masuk ke kelas.
Pulang sekolah...
"Huh, capek," kataku sambil merebahkan badan di kasur.
"Hampir setiap hari aku diejek dan dijauhi. Memangnya apa salahku?" tanyaku kesal.
"Nadira, ayo makan dulu," teriak mamaku dari bawah.
"Iya, Mah," jawabku.
Aku menuruni tangga menuju ke meja makan. Selesai makan, aku menyalakan komputerku dan chat dengan Vivin.
"Hai, Vin, kamu lagi ngapain?"
"Hai juga Nadira. Maaf, ya, aku lagi sibuk jadi gak bisa chat dulu. Bye ."
Aku mematikan komputerku lalu terdiam. Dari pada bosan, lebih baik aku beres-beres. Aku pun mengambil sapu, kain pel, lap buat kaca, pembersih kaca. Aku membersihkan ruangan kamarku, boneka disusun, bawah kasur dibersihkan, buku dirapikan, kaca dilap, dll.
Setelah selesai membersihkan ruangan kamar, aku menuruni tangga.
"Bi, tolong buatkan jus alpukat sama kue kering yang tadi Mama kasih," kataku. Lalu aku ke kamarku lagi.
"Membosankan juga tanpa teman," kataku.
"Neng, ini jus sama kuenya," kata Bi Nita.
"Terima kasih, Bi," kataku.
lalu bibi nita meninggalkan ku, selsai minum jus dan makan kue aku belajar, waktu sore tiba, aku ,menyambar handuk ku untuk mandi, selsai mandi aku berganti pakaian dengan kaos bergambar perempuan sedang duduk di taman dengan banyak hewan, dan bertulisan love animals, lalu memakai rok bergambar kucing
Setelah itu aku menuju garasi untuk mengambil sepeda “mah aku pergi main sepeda ya” kata ku
“iya,hati hati yah” jawab mamah, aku main sepeda di taman, aku terkejut ternyata di sana ada Prita, karena aku terlalu memperhatikan Prita tiba tiba bruukk aku tersandung batu besar dan kepalaku terbentur ke pohon besar “ha…ha…ha…ha…tuh rasain kamu buta kali ya” tawa Prita dan genknya meledak, yang termasuk genknya itu Flori,Mika,Chacha, aku mencoba bangkit “duh pusing banget” gumam ku sambil memegang kepala, aku kembali pulang di kamar aku langsung ambil obat untuk mengobati kaki ku yang luka.

***hari sudah malam***

Aku sedang makan bersama mamah dan bi nita, bi nita selalu menginap di rumah ku
“Nadira kamu senang tidak bersekolah di star grils?” Tanya mama
“eh..eng.. se..nang.. mah” jawab ku agak gugup
“oh..bagus itu”
Selsai makan aku kekamar dan berbaring di kasur ku
Tiba tiba ada cahaya memancar aku terkejut aku sudah ada di temapat yang sangat indah, aku terkejut lagi karena aku bukan sedang memakai baju tidur melainkan baju putri yang indah
Di kejauhan aku melihat ada seorang perempuan sebaya dengan ku dia sedang diam sambil meneteskan air mata,aku menghampirinya
“hai nama mu siapa, kenapa kamu menangis” sapa ku
“hiks….hiks…hiks.. Nadira maafkan aku ya selama ini aku selalu mengejek mu,”ternyata anak itu adalah Prita “sekarang aku mengerti tidak enak bila di ejek, pasti rasanya sakit hati”kata Prita lagi “iya aku maaffin kamu” jawab ku sambil tersenyum
“sekarang aku ingin jadi sahabat mu bolehkah?”Tanya Prita
“boleh” jawab ku “kita ke taman makanan yuk” ajak Prita
“taman makanan benarkah ada?”Tanya ku
“ada, yuk ikut aku” jawab Prita, aku mengikutinya dari belakang, kami melawati sungai yang jernih, sampailah aku dan Prita di sebuah pintu cokelat, lalu Prita membukanya dan di dalam sana ada banyak makanan, “silahkan ambil makanan kesukaan mu” kata Prita aku, “kita makan es krim raksasa itu yuk” ajak ku “yuk” aku dan Prita menikmati es krim raksasa, “wah sekarang Prita jadi sahabat ku” gumam ku, selasai mekan es krim aku membuka pintu pulang, dan aku berada di dalam kamar ku kembali, tiba tiba ada suara seperti piano, aku terbangun ternyata itu hanya mimpi dan suara piano itu adalah alarm ku, selsai mandi dan sarapan aku berangkat sekolah.

***sampai di sekolah***

Seperti biasa aku duduk di taman sekolah ku “kalau saja mimpi itu nyata” gumam ku, aku melamun kring…kring…kring.. aku segera masuk kelas “anak anak sebentar lagi ada perlombaan memainkan piano,”kata bu guru semua murid diam kelas menjadi sunyi, “aku” jawab ku, Prita tak mau kalah dia pun mengikuti perlombaan, di dekat kamar ku ada ruang music
Di sana ada segala music.
***pulang sekolah***

“mah nanti aku ikut perlombaan memainkan piano mamah doain aku ya”
“perlombaan piano di sekolah?” Tanya mamah
“iya” jawab ku
“baiklah akan mamah ajarkan memainkan piano dengan merdu”
“kapan mah belajarnya?”
“nanti malam”
Lalu aku kembali ke kamar ku, di kamar aku menyalakan komputer, chatt dengan Vivin
“halo vin, nanti aku mau ikut lomba memainkan piano doakan ya”
“wah benarkah, aku doakan supaya menang, semoga Berjaya”
“makasih”
“eh Nadira udah dulu ya chatt nya”
“iya” lalu aku mematikan komputer, “aku mau main ketaman ah” gumamku aku mengambil benda yang ku perlukan diary,pulpen, buku belajar, makanan, minuman, aku menyimpan semua bendaku di dalam tas, lalu aku berganti pakaian, setelah selsai aku mengambil sepeda dan berangkat.

***sampai di taman***

Aku mengambil diary dan pulpen lalu aku menulis di bagian belakang mau tau apa yang aku tulis:

Prita itu orangnya cantik sebetulnya aku ingin bersahabat dengannya, kelihatannya dia orang baik tapi kenapa jahat kalau saja waktu ulang tahunya aku di undang pasti aku akan memberinya hadiah istimewa, aku mimpi bertemu Prita dan bersahabat dengannya walau hanyamimpi aku sudah senang kalau benar benar terjadi pasti aku bahagia

selsai menulis aku belajar, beberapa menit aku belajar tiba tiba awan mendung aku pun menaiki sepeda ku, aku mengayuh sepeda dengan cepat, tanpa di sadari diary ku terjatuh di depan sebuah rumah, aku tak tau kalau buku diary ku jatuh, setelah itu ada anak perempuan yang mengambil diary ku ternyata itu Prita, Prita membawa buku ku, sampa di kamarnya Prita membuka halaman belakang diary ku dan membacanya, selsai membaca dia terkejut tidak di sangka ada yang mau menjadi sahabatnya “aku akan mengembalikan diary ini pada Nadira ” kata Prita.

***keesokan harinya di sekolah***

Aku menyimpan tas ku, selsai menyimpan tas ada yang mengejek ku yaitu Flori,Mika,Chacha tapi aku bingung biasanya yang duluan ngejek adalah Prita tapi sekarang Prita diam terus di bangkunya, ketika aku sedang di taman diam diam Prita mengembalikan diary ku, ketika aku masuk kelas lagi aku melihat diary ku sudah ada di atas task u, aku melihat ada surat lalu aku membacanya:

Nadira ini buku diary mu aku kembalikan kemarin diary mu terjatuh di dekat rumah ku

Dari: teman

 “siapa dia kenapa dia tahu namaku” gumamku, aku mulai curiga dengan Prita.

**pulang sekolah**

Ting…tong… , aku menuruni tangga lalu membuka pintu, tapi tidak ada orang sama sekali, aku melihat ada surat, aku membawa surat itu kekamarku lalu aku membacanya:

Hai Nadira aku mau jadi sahabat kamu, maafkan aku selama ini aku selalu mengejek mu,sekarang aku mengerti tidak enak bila di ejek, pasti rasanya sakit hati maaf ya, berkirim pesan dengan ku ya kamu tinggal simpan surat mu di dekat pintu rumah mu.

Dari: teman

Aku melipat surat itu lalu mengambil pulpen dan kertas aku menulis surat jawaban:

iya aku maafkan, tapi aku pingin tau kamu sebenarnya siapa?, nama kamu siapa?

Dari:Nadira

Selsai menulis surat aku menyimpan di depan pintu, karena aku penasaran jadi nanti aku ingin ngintip, selsai menulis aku menyimpan surat itu di depan pintu masuk, lalu aku kembali kekamar, beberapa menit dari jendela aku melihat ada seseorang yang mengambil surat ku, dan dia menulis surat jawaban, orang itu berjubah hitam, setelah itu dia memencet bel rumah ku,
Aku menuruni tangga lalu membuka pintu dan membaca surat yang di tulis anak tadi:

Coba susun puzzle yang ada di itu kamu akan tahu siapa aku

Dari: teman

Aku menyusun puzzle itu di kamar, selsai menyusun puzzle itu, ternyata yang selalu mengirim surat adalah Keyle Nurprita, “kenapa dia tau kalau aku ingin menjadi sahabatnya, kayaknya dia membaca di diary ku” gumam ku.

Pagi yang cerah hari ini aku sedang berada di dalam kelas menunggu kedatangan Prita ahabat baruku, beberapa menit datanglah Prita dan genknya, “hai Nadira” sapa prita ramah, Flori,Mika,Chacha bingung tidak seperti biasanya Prita menyapa Nadira.

***waktu istirahat***

Aku dan Prita sedang duduk di taman
“Nadira nanti pulang sekolah aku kerumah mu ya”
“iya”
“Prita..” ada suara yang memanggil prita, ternyata itu Flori,Mika,Chacha
“eh Nadira aku main dulu sama mereka ya”
“iya”

***pulang sekolah***

“Nadira mamah mau pergi dulu kamu di sini sama bi nita”
“mamah mau pergi kemana? Berapa lama?”
“mamah mau pergi ke luar negeri, kayaknya lama deh”
“oh begitu” lalu mamah ku mencium kening ku, mamah pun berangkat pergi

Beberpa menit datanglah Prita, aku mengajaknya kekamar ku, aku menghidangkannya minuman dan makanan, “Nadira kamu hebat sekali mendapat banyak piala dulu aku selalu mengejek mu bodoh,ternyata kamu pintar, aku saja belum pernah mendapat piala, juga belum pernah juara” puji prita kagum
“oh ya Prita kamukan ikut lomba piano mau gak kita belajar piano bersama” ajak ku
“mm..baiklah”
Aku dan prita menuju ruang music aku dan Prita berlatih piano hingga sore
“aku pulang dulu ya”
“iya” oya aku tahu pati genknya Prita bingung kenapa dia main sama aku

***keesokan harinya***

Kring..kring….kring…. bel masuk berbunyi “anak anak lomba piano di adakan lusa,” kata bu guru.

***ketika waktu istirahat***
“Prita kenapa kamu temanan dengan dia yang aneh itu?” kata Flori

0 komentar:

Posting Komentar

 

Eucliwood hellscythe Theme | Copyright © 2012 anime lovers, All Rights Reserved. Design by Djogzs, | Johanes djogan